Teori dan Tradisi Pemikiran Politik Islam
Kanon klasik, modern, dan kontemporer, termasuk konsep otoritas, legitimasi, hukum, pemerintahan, komunitas yang adil, dan keadilan.
Riset & Publikasi
Program ini mengembangkan kajian Pemikiran Politik Islam sebagai pusat gravitasi analisis, sekaligus mendorong luaran akademik dan kebijakan yang relevan bagi kehidupan publik.
Poros Riset
Teori dan tradisi, isu kontemporer, serta riset terapan kebijakan.
Diarahkan untuk memperkuat publikasi dan kontribusi kebijakan menuju rujukan regional.
Fokus Riset
3 Poros Utama
Penguatan teori dan tradisi Pemikiran Politik Islam, analisis kritis atas isu kontemporer dan global, serta riset terapan bagi kebijakan dan tata kelola publik.
Fokus riset Program Magister Pemikiran Politik Islam diarahkan untuk menghubungkan warisan intelektual Islam dengan persoalan politik kontemporer. Riset tidak berhenti pada pembacaan normatif, tetapi didorong kuat secara teoretis dan relevan bagi kebijakan serta kehidupan publik.
Mahasiswa dan dosen diarahkan untuk mengolah konsep-konsep politik Islam sebagai perangkat analitis yang setara dalam membaca demokrasi, HAM, tata kelola, diplomasi, konflik, perdamaian, dan dinamika ruang digital.
Kanon klasik, modern, dan kontemporer, termasuk konsep otoritas, legitimasi, hukum, pemerintahan, komunitas yang adil, dan keadilan.
Shura, 'adl, amanah, maslahah, dan hisbah sebagai kategori analitis untuk membaca akuntabilitas, hak warga, dan relasi agama-negara.
Demokrasi, HAM, kesetaraan gender, radikalisme, ekstremisme, konflik, perdamaian, dan diplomasi.
Otoritas keagamaan digital, aktivisme, wacana politik di media sosial, disinformasi, polarisasi, dan tata kelola platform.
Perbandingan lintas mazhab, negara, kawasan, serta dialog Pemikiran Politik Islam dengan teori politik Barat, Marxisme, sekularisme, dan teori demokrasi.
Analisis kebijakan, hubungan internasional, gerakan politik Islam, pemerintahan negara mayoritas Muslim, dan proses perdamaian.
Peta Jalan Riset
Roadmap riset mendukung visi program menjadi rujukan dalam Pemikiran Politik Islam di Asia Tenggara pada 2030. Roadmap ini dipahami sebagai peta prioritas yang saling terhubung, bukan urutan tertutup yang harus berjalan secara linear.
Tahap 1
Pemetaan kanon klasik, modern, dan kontemporer, serta penegasan posisi PPI dalam Political Theory dan Comparative Political Theory.
Tahap 2
Penguatan riset kualitatif, komparatif, teks, dokumen, digital, dan studi lintas mazhab, negara, kawasan, serta tradisi pemikiran.
Tahap 3
Pendalaman demokrasi, HAM, gender, radikalisme, konflik, perdamaian, tata kelola negara modern, dan perubahan politik global.
Tahap 4
Riset terapan melalui analisis kebijakan, magang, kerja lapangan, dan kolaborasi dengan lembaga pemerintah, masyarakat sipil, serta think tank.
Tahap 5
Pengembangan fokus unggulan pada otoritas, identitas, mobilisasi, disinformasi, polarisasi, dan tata kelola politik Islam di ruang digital.
Tahap 6
Konsolidasi portofolio riset, publikasi, kolaborasi lintas kampus dan negara, serta tesis yang relevan dengan tantangan politik mutakhir.
IGPD Lab
IGPD Lab dikembangkan sebagai ruang riset, pembelajaran terapan, dan diseminasi yang menghubungkan tradisi Pemikiran Politik Islam dengan persoalan tata kelola, kebijakan, diplomasi, dan politik digital dalam konteks kontemporer.
Laboratorium ini mendukung riset tata kelola dan etika publik, analisis kebijakan strategis dunia Muslim, simulasi diplomasi dan negosiasi, serta analisis Digital Islamic Politics. Luaran yang didorong mencakup policy brief, laporan riset, working paper, dan keluaran akademik maupun kebijakan.
Hasil yang Diharapkan
Tesis, artikel jurnal, working paper, buku, presentasi konferensi, policy brief, memo kebijakan, laporan riset, seminar berkala, methods lab, dan jejaring kolaborasi.
Otoritas, legitimasi, hukum, pemerintahan, keadilan, kepemimpinan, kewargaan, dan komunitas yang adil.
Shura, 'adl, amanah, maslahah, dan hisbah dalam tata kelola modern, kebijakan publik, dan akuntabilitas.
Interaksi Pemikiran Politik Islam dengan demokrasi, hak asasi manusia, partisipasi politik, dan reformasi kelembagaan.
Konflik, resolusi konflik, perdamaian, keamanan regional, diplomasi, dan hubungan internasional dunia Muslim.
Wacana media sosial, aktivisme digital, opini publik, otoritas keagamaan digital, disinformasi, dan tata kelola platform.
Dialog kritis dengan teori politik global dan upaya menempatkan konsep politik Islam sebagai perangkat analisis setara.
Publikasi & Jurnal
Jurnal
Journal of Islamic Political Thought and Governance
Prosiding
Proceedings of the Conference on Islamic Political Thought and Governance
Dosen dan mahasiswa didukung untuk mempublikasikan artikel jurnal, buku, bab buku, prosiding konferensi, working paper, laporan riset, policy brief, artikel opini, esai populer, dan tulisan media yang menjangkau publik lebih luas.
Program berkomitmen membangun ekosistem akademik melalui jurnal ilmiah dan, pada tahap berikutnya, prosiding konferensi sebagai ruang diseminasi gagasan, riset, dan analisis dalam bidang Pemikiran Politik Islam.
Kolaborasi riset dikembangkan dengan perguruan tinggi, think tank, organisasi masyarakat sipil, lembaga kebijakan, dan pusat penelitian yang memiliki perhatian pada tata kelola, teori politik, sejarah pemikiran Islam, dan politik Muslim global.
Riset bersama, forum akademik, publikasi kolaboratif, rekomendasi kebijakan, dan kegiatan ilmiah dengan mitra strategis.
Dosen dan mahasiswa didorong mengikuti skema pendanaan universitas, kementerian, BRIN, Litapdimas, MoRA AIRFUNDS, dan peluang lain.
Policy brief, memo kebijakan, laporan riset, dan rekomendasi bagi pemerintah, masyarakat sipil, lembaga riset, dan mitra strategis.